Oke Guys, sekarang kita menengok sedikit tentang sejarah peradaban Islam yang baru baru ini sedang membooming nih, ya! Istanbul Turkey. mungkin tidak sedikit dari sebagian orang yang sangat menginginkan untuk dapat berkunjung ke Kota tersebut, ya termasuk aku. sepertinya saat ini hanya cukup di gantungkan 5cm di depan kening aku yang setiap harinya selalu menggangu dan ingin rasanya di buang jauh - jauh, hikss jadi sedih.
Oke berbagi cerita sedikit tentang hal ini ya Guys, pada awalnya mungkin sejak SMP pun kita sudah di perkenalkan dengan Kota ini ya?" cuma kadang kita sebagai anak SMP yang masih unyu - unyu nya gak ngeh dengan apa yang kita sudah pelajari di waktu itu, humm dulu sih materi ini aku dapat dari mata pelajaran SKI di Tsanawiyah dan masih ingat sekali pada waktu itu materi ini dibawakan dengan seorang guru yang khas dengan jenggot panjangnya, waaah udah kayak zamannya para Khalifah dulu deh pokoknya tuh guru, hehehehe. nah waktu itu sungguh sangat masih ingat ketika beliau menceritakan tentang Kota Turkey ini kepada kita sebagai muridnya, dan aku dengan tentangnya duduk di urutan kursi paling depan dengan jilbab yang sangat berantakan, ckckck yah maklum dulu kan masih SMP sedikit gak mengurus diri, hahaha.
Oke fokus! dan ketika beliau menceritakannya kepada kita tentang Sejarah Kebudayaan Islam yang semakin lama semakin berkembang dengan peninggalan -peninggalannya yang khas di berbagai penjuru Dunia dan salah satunya di Kota Turkey ini. nah sekarang kan udah gede nih, ibarat kata kite kan udah Remaje ye! berarti ceritanya pun beda lagi dong, hahaha. cerita masa dewasa sedikit ya Guys, lohh kok curcol ?" ah biarin aja yang penting di dunia maya ini, hehehe.
Oke ceritanya berkelanjutan sampai saat ini nih berawal dari Fans Fanaticnya Kak Dude Harlino si tampan yang sholeh juga ganteng, hwaaa mauuuu >_<, sebetulnya mau protes sih sama si Kakak ganteng itu, tapi ya sudahlah mungkin suatu saat ada Dude Harlino yang lain untuk aku, hahaha ngarep bingit dah! tapi Aamiin aja ya Guys, siapa tau Allah memberikan Dude yang lain hihiiii. gak patah semangat karena kata temen aku si Mba Ummi "manusia itu punya 7 kembaran di muka bumi, jadi jangan putus asa ya" nahloo?" mba Ummi semakin ngebuat aku gak patah semangat daa..hahahha. Okeh, kemudia si Kakak ganteng itu menikahlah dengan Alyssa Soebandono si Imut Icha, sebetulnya gak rela sih tapiii ya mau gimana lagi?"ckckck. kemudian setelah pernikahannya mereka pun pergi Ke Kota Impian itu, hwaaaww mereka sangat sempurna pokoknya, Barakallah ya Kak Dude, humm semoga kalian menjadi Jodoh yang bahagia duni dan akhirat. Aaamin. dan semoga suatu saat bisa Travelling untuk mengunjungi Masjid Sultan Ahmed di Istanbul Turkey, semogaaaaaaa!!! Aamiin. hiksss :'(
Istanbul adalah kota lintas benua yang membentang melintasi Selat Bosporus—salah satu perairan tersibuk di dunia—di Turki barat laut, antara Laut Marmara dan Laut Hitam. Pusat perdagangan dan sejarahnya terletak di Eropa, sementara sepertiga penduduknya tinggal di Asia.
Didirikan di promontori Sarayburnu sekitar tahun 660 SM dengan nama Byzantium, kota yang sekarang bernama Istanbul ini berkembang menjadi salah satu kota paling penting dalam sejarah. Selama enam belas abad setelah didirikan kembali dengan nama Konstantinopel pada tahun 330 M, kota ini menjadi ibu kota dari empat kekaisaran, yaitu Kekaisaran Romawi (330–395), Kekaisaran Romawi Timur (395–1204 dan 1261–1453), Kekaisaran Latin (1204–1261), dan Kekaisaran Utsmaniyah (1453–1922).
Kota ini memainkan peran penting dalam kemajuan penyebaran Kristen selama masa-masa Romawi dan Romawi Timur sebelum Utsmaniyah menaklukkannya pada tahun 1453 dan mengubahnya menjadi pertahanan Islam sekaligus ibu kota kekhalifahan terakhir. Meskipun Republik Turki menetapkan ibu kotanya di Ankara, istana dan masjid kekaisaran masih berjajar di perbukitan Istanbul sebagai lambang sejarah kota ini.
Posisi strategis Istanbul di Jalur Sutera, jaringan rel ke Eropa dan Timur Tengah, dan satu-satunya rute air antara Laut Hitam dan Mediterania telah membantu memajukan penduduknya, meski tidak banyak sejak didirikannya Republik Turki pada tahun 1923. Setelah diabaikan selama periode antarperang, kota ini berhasil merebut perhatian dunia. Populasi kota bertambah sepuluh kali lipat sejak 1960-an setelah para migran dari seluruh Anatolia datang ke metropolis dan batas kota pun diperluas demi menampung mereka. Beberapa festival seni diadakan pada akhir abad ke-20, sementara perbaikan infrastruktur berhasil menciptakan jaringan transportasi yang kompleks.
Tujuh juta turis asing berkunjung ke Istanbul pada tahun 2010 setelah dinobatkan sebagai Ibu Kota Budaya Eropa, sehingga kota ini menjadi tujuan wisata paling populer ke-10 di dunia. Atraksi utama kota ini adalah pusat sejarahnya yang separuhnya terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, tetapi hub budaya dan hiburannya berada di sepanjang pelabuhan alami kota ini, Tanduk Emas, di distrik Beyoğlu. Diakui sebagai kota global, Istanbul menjadi tempat berdirinya kantor pusat sejumlah perusahaan dan
kantor berita Turki dan menyumbang lebih dari seperempat produk domestik bruto negara ini. Demi memanfaatkan revitalisasi dan perluasannya yang cepat, Istanbul mencalonkan diri untuk menjadi kota penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2020.Nama kota ini yang pertama kali diketahui adalah Byzantium (bahasa Yunani: Βυζάντιον), nama tersebut diberikan pada saat pendiriannya oleh kolonis Megara sekitar tahun 660 SM. Nama itu diperkirakan berasal dari nama seseorang, Byzas. Merupakan tradisi Yunani kuno untuk menamakan pemimpin kolonis Yunani dengan nama seorang raja legendaris. Tetapi, para ilmuwan modern juga berhipotesis bahwa nama Byzas adalah asal mula dari orang Thracia atau Illyria lokal dan karenanya lebih dulu ada daripada Megara. Setelah Konstantinus Agung menjadikannya sebagai ibu kota dari Kekaisaran Romawi timur yang baru pada tahun 330 M, kota ini kemudian dikenal luas dengan nama Constantinopolis (Konstantinopel), bentuk latinnya adalah "Κωνσταντινούπολις" (Konstantinoúpolis), yang berarti "Kota Konstantinus". Ia juga mencoba untuk mempromosikan nama Nea Roma ("Roma Baru"), tetapi tidak diterima secara luas. Konstantinopel tetap merupakan nama yang paling umum digunakan untuk kota ini di Barat hingga pendirian Republik Turki, dan Kostantiniyye (bahasa Turki Utsmaniyah: قسطنطينيه) adalah nama utama yang digunakan oleh Kesultanan Utsmaniyah selama kekuasaan mereka. Namun demikian, penggunaan Konstantinopel untuk merujuk ke kota ini selama masa Kesultanan Utsmaniyah (dari pertengahan abad ke-15) saat ini secara politis dianggap tidak benar, selain karena ketidakakuratan secara historis, juga karena hal itu menurut pendapat bangsa Turki.
Hingga abad ke-19, kota ini mendapatkan sejumlah nama lain yang digunakan oleh orang asing atau orang Turki sendiri. Bangsa Eropa menggunakan Konstantinopel untuk merujuk pada keseluruhan kota, tetapi menggunakan nama Stamboul—seperti yang dilakukan oleh orang Turki—untuk menggambarkan daerah semenanjung yang bertembok di antara Tanduk Emas dan Laut Marmara. Pera (berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti "melintasi") dulu digunakan untuk menggambarkan wilayah di antara Tanduk Emas dan Bosporus, tetapi orang-orang Turki juga menggunakan nama Beyoğlu (sekarang adalah nama resmi dari salah satu distrik konstituen kota). Islambol (dapat berarti "Kota Islam" atau "Penuh dengan Islam") terkadang digunakan sehari-hari untuk merujuk pada kota ini, dan bahkan terukir pada beberapa koin Utsmaniyah, tetapi keyakinan bahwa itu adalah asal mula dari nama sekarang ini, İstanbul, telah dipatahkan oleh fakta bahwa nama terakhir telah ada sebelum nama Islambol dikenal dan bahkan sebelum masa Utsmaniyah dan pendudukan muslim terhadap kota ini.
Pendirian (Byzantium) kadang-kadang, khususnya dalam sumber ensiklopedis atau sumber tersier lainnya, dinyatakan secara tegas pada tahun 667 SM. Tetapi, para sejarawan telah memperdebatkan tahun pendirian kota secara tepat. Sumber yang sering diambil adalah sejarawan abad ke-5 SM, Herodotos, yang mengatakan bahwa kota tersebut didirikan tujuh belas tahun setelah kota Khalsedon, yang mulai ada sekitar tahun 685 SM. Tetapi, Eusebius, yang sependapat bahwa tahun 685 SM Khalsedon didirikan, menyatakan bahwa Byzantium berdiri pada tahun 659 SM.
Di antara para sejarawan yang lebih modern, Carl Roebuck mengusulkan tahun 640-an SM sementara yang lainnya bahkan mengusulkan setelah tahun tersebut. Lebih jauh lagi, tanggal pendirian Khalsedon sendiri juga masih diperdebatkan; banyak sumber yang menyebutkan tahun 685 SM, lainnya tahun 675 SM atau bahkan tahun 639 SM (dengan pendirian Byzantium tahun 619 SM). Oleh karena itu, beberapa sumber lebih memilih menyatakan pendirian Byzantium cukup disebutkan pada abad ke-7 SM.Nama kota ini secara resmi diganti menjadi Istanbul pada tahun 1930, tetapi nama ini sudah duluan dipakai sejak sebelum penaklukan Utsmaniyah tahun 1453.Sumber-sumber memberikan data yang bertentangan mengenai luas Istanbul.
Sumber yang paling berwenang seharusnya adalah Munisipalitas Metropolitan Istanbul/Istanbul Metropolitan Municipality (MMI), tetapi versi bahasa Inggris situs webnya menyebutkan beberapa angka untuk luas. Satu laman menyebutkan, "Setiap MM terbagi menjadi beberapa Munisipalitas Distrik/District Municipalities ("DM") dan terdapat 27 DM di Istanbul" dengan luas total 15.389 kilometer persegi (5,942 mil²). Tetapi, laman Sejarah Munisipal memunculkan angka yang paling eksplisit dan paling baru, menyatakan bahwa pada tahun 2004, "yurisdiksi Munisipalitas Metropolitan Istanbul diperluas mencakup semua wilayah dalam batas-batas provinsi".
Laman itu juga menyatakan bahwa suatu hukum tahun 2008 telah menggabungkan distrik Eminönü ke dalam distrik Fatih (suatu hal yang tidak dipertimbangkan dalam sumber sebelumnya) dan menambah jumlah distrik dalam Istanbul menjadi tiga puluh sembilan. Luas total tersebut, telah ditegaskan pada situs web MMI versi bahasa Turki, dan suatu laman Yurisdiksi yang telah diperbaharui dalam situs berbahasa Inggris adalah 5.343 kilometer persegi (2,063 mil²).PBB mendefinisikan aglomerasi urban sebagai "populasi yang terdapat dalam garis wilayah berdekatan yang dihuni pada tingkat kepadatan perkotaan tanpa memperhatikan batas-batas administratif". Aglomerasi itu "biasanya menggabungkan penduduk di kota ditambah dengan penduduk di daerah pinggiran yang berada di luar, tapi berdekatan dengan batas-batas kota".
Per tanggal 1 Juli 2011, populasi aglomerasi Moscow dan Istanbul masing-masing adalah 11,62 juta dan 11,25 juta. PBB mengestimasi bahwa aglomerasi Istanbul akan melebihi aglomerasi Moscow dalam populasi sebelum tahun 2015 (masing-masing dengan 12,46 juta dan 12,14 juta), meskipun ekstrapolasi menunjukkan bahwa angka sebelumnya tidak akan melampaui angka terakhir hingga semester kedua tahun 2013. Sebuah revisi pada data tahun 2013 karena data semester pertama tahun 2014.
lisensi by wikipedia indonesia
suciesbastian.blogspot.com


No comments:
Post a Comment
silahkan berkomentar :)