Saturday, 21 December 2013

Hanya Kerudung Sampah



Sedikit memperkenalkan terlebih dahulu sebuah Film karya anak Bangsa “Hanya Kerudung Sampah”, barangkali terdengar aneh di telinga kita, tapi itu adalah judul sebuah film. Adalah Humar Hadi, pria bertalenta kelahiran tahun 1983, yang menyutradarai film #HKS ini. Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Umank ini menggarap film tersebut bersama rekan-rekannya dalam rumah produksi bernama bedasinema.
Film #HKS mengisahkan tentang perjalanan kelam 3 sahabat merindu Tuhan. Kisah diawali dengan seorang gadis berkerudung bernama Salma. Dalam keseharian, Salma taat menjalankan perintah agamanya. Kerudung yang selalu ia kenakan biasanya kerudung berwarna merah.
Suatu ketika Salma bertemu dengan 2 orang waria yang ingin menggodanya. Merasa tidak nyaman dan takut, Salma menjauh dan melemparkan tatapan sinis, hingga waria tersebut melabraknya dengan cibiran pedas.
Peristiwa tersebut membekas dalam ingatan Salma, terlebih ketika dia menemukan sebuah diary usang di kos-nya, milik penghuni sekian tahun silam yang dulu pernah menyewa kamar yang sama. Oleh sang pemilik, buku diary itu diberi judul “Catatan persahabatan kami; aku, waria, dan mantan pecandu merindu Tuhan”. Salma membuka lembar demi lembar diary tersebut, hingga ia mengenang kembali peristiwa di mana dia memandang 2 waria tadi seolah sebagai sampah.
Setelah membaca diary tersebut, Salma berpikir, siapa yang sebenarnya sampah? Siapa yang tidak berguna? Muncul berbagai pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya. Hingga ia menyadari betapa sedikit manfaat yang bisa dia berikan untuk orang-orang di sekitarnya. Salma merasa dirinya seperti sampah yang tak banyak manfaat untuk orang lain.
Selain RN Azizah M yang memerankan Salma, film ini juga dibintangi oleh Bismo Satrio sebagai Pingkan seorang waria yang menjual seks demi membiayai kehidupan keluarga di kampungnya, Abie Jie Assegaff sebagai Rio mantan pecandu narkoba, dan Mikoyanoferdi sebagai Bayu seorang pecinta sesama jenis. Selain itu juga dibintangi oleh Rena Yessyca, Andre M Addin, dan Virliyanti Putri.

Dan sedikit memberikan argumen karena sudah pernah menontonnya nihh ^^'
guys ini karya anak bangsa.. harus bisa kita kasih salut dari sisi
kreatifitas klo cuma bisa menghujat dalam memberikan opini yang ga bagus
coba berkaca pada diri kita. sanggupkah kita menciptakan suatu karya
film atau kreativitas lainnya. film itu menuntut kita buat bisa
mengambil hikmah dari setiap alur yang disusun bukan buat di cemooh..
sekedar saran gpp lah.. tapi tidak untuk menghujat.. belum tentu kita
bisa membuat karya seperti mereka..
hari ini aku menyaksikan film ini keseluruhan.., alur ini memberikan pesan moral agar kita sebagai seorang muslimah atau muslimin yang paham banget sama agama, bisa tidak
memandang sebelah mata untuk mereka pecandu,waria,gay, dll.. mereka
bertiga adalah sebagian dari beberapa individu yang menurut opini atau
pandang Masyarakat yang memandang mereka sangat hina , patut dijadikan
bahan tertawaan dan cemoohan.. padahal seharusnya mereka itu di pahami
di mengerti dan secara perlahan di tuntun menjadi seorang yang bisa di
pandang utuh oleh masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama
dll. bukan di hina dan di cemooh mereka. karena mereka adalah tanggung
jawab kita yang ada disekitar mereka bukan menjadi musuh buat mereka.

sosok salma disini hanya sebagai simbolis perempuan muslimah yang punya
idealis tinggi bawa dirinya lebih baik dan mereka yang tidak sesuai
tuntunan sama halnya dengan orang yang menganggap dirinya paling baik
sendiri, paling pinter, paling hebat, paling suci dll. orang seperti
ini biasanya menggangap idealisnya paling bener dari pada orang lain dan
menganngap para peresah masyarakat itu adalah sampah dan dipandang
sebelah oleh mereka yang menggangap diri mereka adalah sampah.


"
sebaik-baiknya umat adalah nabi Muhammad SAW, dan Sebaik-baiknya
Manusia yang menjalankan kehidupan dengan baik adalah mereka yang
bermanfaat bagi orang lain"


bukan yang sombong dan selalu menggangap tinggi dirinya.

urusan pilihan keyakinan pada individunya masing-masing terutama masalah agama "lakum dinukum waliyaddin" (Qs:AL-Kafirun)

agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu.

jadi tinggal tenggang rasa dan saling toleransi dalam menjalani kehidupan berdampingan terutama di negri tercinta kita Indonesia

saran pencipta film nya :

Judulnya"
Hanya Kerudung SAmpah" ini pasti punya pertimbangan yang sangat besar
banget buat nentuin judul ini. pasti bakalan nimbulin kontroversi yang
banyak apalagi bagi wanita yang berhijab tersinggung lah dengan hijab
yang dia pakai. film ini jadi sedikit rancu klo kelanjutan ending atau
adegannya dari si salma hanya pertanyaan pada dirinya."apakah jilbab
yang dia pakai hanya sampah karena dia tidak bermanfaat bagi orang lain"
peryataan adegan salma ini akan banyak pertanyaan dari kaum akhwat.
akan menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan seorang akhwat yang berhijab
yang tidak sanggup menerima pesan dari film ini.
jadi klo bisa adegan salma dan kawan-kawan akhwatnya juga harus sedikit di tekankan tentang jilbab syar"i yang sesungguhnya pada diskusi akhwat pada saat
pengkajian atau dialog tentang (hijab antara berjilbab dulu akhlaq dan
aqidah duluan apa aqidah dan akhlaq dulu baru berjilbab) tp harus
bener-bener di tekan kan makna nya. mungkin di awal adegan dengan durasi
5 atau 10 menit biar tidak salah paham dari pemaknaan kerudung sampah
ini.


Buat Wanita yang mengaku Muslim: - QS:Ar-Ruum : 30

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui,


ketetapan dan kewajiban Wanita menutup Aurat bagi seorang wanita..

ini harus menjadi pertanyaan buat kalian para wanita muslim???

Aqidah dan Akhlak yang mendahului berhijab, atau

Berhijab baru mendahului Aqidah dan Akhlaq???

jawab di diri kalian masing-masing ga perlu ada pengakuan..tapi
harus ada pertanyaan buat kalian muslimah sejati " sanggupkah kalian
melihat hijab ini di pakai oleh akhwat hanya untuk menutup kedok dari
ayib dan fasihon saja bukan di nikmati untuk dijalani sebagai Hamba
Allah yang baik.?" hamba Allah yang baik itu hamba Allah SWT yang
menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya minimal menegakan sholat lima waktu dengan baik.

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar :)

Terbaru

Hidup Adalah Pilihan, Dan Tanggung Jawab!

Artikel Lainnya