Saturday, 4 April 2020

Hidup Adalah Pilihan, Dan Tanggung Jawab!


Dalam hidup kita selalu dihadapkan pada beberapa pilihan. Ada pilihan yang mudah, tetapi ada juga pilihan yang membingungkan, memaksa kita memikirkannya sampai berhari-hari.

Apa yang kita pilih sedikitnya menggambarkan seperti apa diri kita saat ini. Berhati-hatilah dalam memilih sesuatu, pilihlah apa-apa yang baik dan akan berdampak baik untuk kita.

Apa pun pilihan kita, bertanggung jawablah padanya. Jangan pernah menyia-nyiakan hal yang sejak awal telah kita pilih, atau kalau kau terpaksa, bersiaplah dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk bisa tanggung jawab memang bukanlah hal mudah, di tengah jalan kita akan bertemu dengan kesulitan. Tapi di situlah perjuangan kita terlihat, keteguhan kita diuji untuk lanjut atau berhenti.

Tapi, tetaplah semangat dalam memperjuangkan pilihan kita. Itu hak kita, kita berhak untuk berhasil. Semoga kuat, jika kita butuh bahu untuk bersandar tapi tak menemukannya, bukankah masih ada sajadah dan Tuhan untuk kita bersujud dan berkeluh kesah?

Atas segala pilihan yang kita ambil, terima kasih sudah berjuang dengan pilihanmu. Hebat! Kamu sudah bertanggung jawab atas pilihanmu! #selfreminder #pejuangnafkah #pejuangkeluarga #nikmatmanalagiyangkaudustakan #ditengahpandemicorona #fatherfighter #dilemapedagangkecil #kitabisa #dilemadirumahaja #portraitperjuangansangayah

Tuesday, 19 February 2019

Portrait Kehidupan Antara Hitam Dan Putih Si Merah Jambu

Suatu ketika, diam dan merenung. Entah apa yang menjadi sebuah tujuan hidup yang sebenarnya, hitam pekat, dan putih jernih menjadi suatu pembatas para jiwa yang hidup. Kisah, sebuah uangkapan hati yang tidak dapat diungkapkan oleh kata, diam seribu bahasa namun berteriak sejuta kata dalam jiwa. Sedih, cukup dirasa ketika hati menjerit mengeluh akan sebuah takdir yang membuatnya gelisah setiap hari.
Gelisah, setiap kali melihat peliknya dunia. Gelisah, ketika ingat akan tindakan yang sudah terlewati dan terlanjur basah. Seperti angin yang menggoyahlan rerantingan dan menjatuhkkan embun saat petang menjelang gelap. Kacau, dan tidak pernah tau arah kemana harus mencari sebuah jawaban tentang jiwa yang kosong, sejenak berhenti lalu merundukan diri dan menangis.




Hitam dan putih si merah jambu.

Monday, 18 September 2017

Danau Biru Cigaru Wisata Alam Tangerang

Backpacker Asik Wisata Alam Tangerang
Oke gaes kali ini perjalanan trip gue adalah exsplore kota tercinta, yaitu kota dimana gue dilahirkan dan dibesarkan. Hehe Kota Tangerang!
Trip kali ini gue ditemenin satu orang kawan gue namanya Raditya Dika, *ehh -_-"
Asal punya usul awal perbincangan minggu weekend di Bulan September yang sama-sama belum ada rencana kemanapun, akhirnya gue dan Tia pun menyusun strategi perjalanan buat nyoba destinasi baru yang katanya lagi hits di Tangerang dan belum banyak orang tau nih gaees.
Kebetulan destinasi tujuan kami itu berbau alam, jadi langsunglah kami bergegas mencari informasi untuk dapat mendarat dengan indah disana. *eeaaa haha
Oke H-1 kami mempersiapkan cemilan yang akan kami bawa untuk di perjalanan, nah ini penting banget nih gaes buat menunjang kelancaran jalannya misi kami haha
Masalah transportasi umum yang akan kita gunakan adalah Commuter Line, berhubung menggunakan akses KRL lebih simple dan efisien tenaga dan juga murah meriah euy! :)
Gue dan Tia start mulai jam 7 pagi, mengantisipasi kesiangan atau kesorean jadi kami berdua sengaja on the way dari pagi. Dan itupun sudah di tambah ngaret setengah jam dari gue Wkwkwk (maaf ya brew)
Lalu kami berangkat dari Alam Sutera pakai grabcar buat menuju Stasiun Rawa Buntu, dengan harga Rp. 35.000,- mendarat dengan selamat di Stasiun, yeeaaaayy!
Lanjut kami beli tiket PP tujuan Stasiun Maja, dan turun di Stasiun Tigaraksa. Dan kita masih harus melewati beberapa stasiun lagi untuk bisa sampai di Stasiun Tigaraksa, dengan biaya tiket hanya Rp. 25.000,- itupun nanti dapat diuangkan kembali loh gaess Rp. 10.000,- (murmer sangat)


Oh iya, informasi juga nih buat yang perjalananannya di mulai dari Jakarta bisa ke stasiun tujuan Tanah Abang ya. Karena Commuter Line tujuan Maja itu arah dari Tanah Abang, dan jangan salah naik jurusan ;)



Nah, tepat jam 10 pagi kami sudah tiba di Stasiun Tigaraksa. Stasiunnya classic, berhubung gue baru pertama kali kesini jadi rada ndeso ceritanya Bhahaha


Dan didepan pintu keluar Stasiun sudah banyak bapak-bapak ojek yang rempong buat nawarin setiap pejalan kaki, salah satu lokasi yang disebutkan abang ojek yaitu termasuk Danau Biru. Eittsss, tapi gue sama tia enggak langsung mau ditawarin dong pastinya, gue pasang wajah jaim dan jutek pura-pura warga sekitar. Ini sih trik yang sering gue pakai kalau gue lagi jalan-jalan gaees biar dapet harga miring gitu, hahaha
Kita jalan kaki sedikit dari depan stasiun sampai kira-kira jauh dari kerumunan geng opang tadi, nah cari deh posisi PW di bawah pohon rindang kami berdua *eaaa Wkwkwk
Lanjut buat strategi cari transport yang budgetnya lumayan gak buat kantong kita bolong, sebetulnya bisa aja kita lanjut naik angkot umum. Tapi setelah gue tanya-tanya ke warga malah justru lebih jauh dan muter kalau naik angkot, yang ada waktu liburan lo habis dijalan. Kemudian gue ambil jalan pintas yang cukup simple dan gak buat kantong bocor pastinya
Akhirnya gue pakai jasa ojek, dan itu dikenakan tarif perorang Rp. 30.000,- untuk sekali jalan. Gue sama tia pun diskusi bentar untuk membicarakan masalah biaya dan lobi melobi, hehehe
Finally, fix kami bersua mau pakai jasa ojek si bapak tadi. Dan let's gooooo ..
Diperjalan gue pun banyak tanya sama si bapak ojek, eh kenalan dulu dong sebelumnya (kan tak kenal maka tak sayang) ahiiyyy 
Obrolan seputar kawasan wisata setempat sejarahnya Danau Biru, Tebing Godzila & Hutan Keramat. Brrrrrrrrrr 
Ternyata ada beberapa lokasi wisata didaerah cisoka, tepatnya di Tangerang. Dan asal mulanya pun unik berbeda sejarahnya, misal Danau Biru ini dan Tebing Koja alias Tebing Godzila.

Asal mula tempat ini adalah pertambangan pasir yang digali oleh para pekerja penduduk sekitaar, lama kelamaan lokasi itu terbentuk persis sebuah kubangan yang terisi dengan air, namun anehnya semakin lama air tersebut meluap dan menjadi unik berwarna biru tua dan biru toska.

Wargapun semakin terkejut dengan kondisi galian tersebut kemudian semakin ramai orang yang berdatangan ingin melihat kondisi galian, mulai dari warga setempat bahkan warga dari luar sekitar Tangerang.
Seiring berjalannya waktu akhirnya lokasi tersebut semakin ramai, walau belum banyak orang yang mengetahuinya akan tetapi sudah ada beberapa wisatawan yang hanya sekedar penasaran untuk melihat dan sengaja berwisata ke danau tersebut.
Danaunya masih terlihat sepi, karena lokasi ini masih tergolong baru di Tangerang untuk dijadikan tempat wisata keluarga maupun tempat rekreasi bersama. Disampaing itu juga akses transpirtasi yang memang masih sulit buat dijangkau oleh kendaraan umum, dan saran gw lebih mudah naik ojek yang tersedia di sekitar stasiun tigaraksa ataupun menggunakan mobil pribadi ya gaees.


Jarak dari lokasi Danau Biru ke Tebing cukup jauh, sekitar setengah jam perjalanan dari lokasi danau. Jadi lebih baik sewa ojek ya gaes buat bisa sampai ke Danau Biru dan Tebing Koja tersebut.
Berdasarkan kesepakatan antara gw dan abang ojek buat sewa jasanya itu Rp.60.000,- untuk bolak balik stasiun ke danau biru, dan buat menuju lokasi tebing gw tambah si abang Rp. 25.000,- karena lokasi lumayan jauh gaess jaraknya. Total buat jasa ojek kisaran Rp. 85.000,- lo bisa naik perahu rakit buat menikmati nuansa danau yang tenang sambil berfoto selfie ala-ala apapun yang lo mau gaess, cuma Rp.10.000,- dan sesampainya di danau atau di tebing lo bakal banyak nemuin warung-warung kopi kecil, dan disana sudah lumayan banyak pedagang makananan sejenis mie rebus juga cemilan. Bolehlah abang ojeknya di traktir ngopi sambil ngobrol menikmati suasana santai bernuansa alam di Tangerang, hehehe (leyehh leyeh brayy).
 
Untuk harga jangan khawatir gaes, disana masih standar kok. Mie rebus plus telur Rp. 14.000,- dan es teh atau minuman lainnya masih bisa dikondiaikan koook, shantahaiiii hahaha


Ohya, saat lo sampai di tebing koja bakal banyak anak kecil yang nawarin lo minuman segar, jadi siap-siap aja yang baperan harus tahan buat gak selalu kasihan ke mereka, karena wajah mereka memelas kebanyakan agar minumannya dibeli (hehe, maaf ya adek)
 
Nah, danau dan tebing pun puas sudah gw dan tia berkeliling dan foto selfie sampe batre kamipun lowbet pada akhirnya, lelah, bercucuran keringat naik turun tebing. Apalagi si tia yang badannya lumayan berisi tuh, remek dia bilang Wkwkwk
Tapi seru gaess, puas kebayar rasa lelah saat gw dan tia menikmati proses perjalanan trip kali ini. Trip singkat seharian dan jam 4 sorepun kami baru balik ke stasiun tigaraksa lagi.


Eh gak lupa juga, gw ada beberapa video yang gw rekam buat sedikit mengambil momen sejarah asal mulanya danau dan tebing koja terbentuk hingga sampai sekarang menjadi tempat wisata alam di Tangerang nih gaess.


Video bisa diliat disini, maaf ya kalau jelek hasil rekamannya. Yang penring infonya akurat dari warga setempat. Haseeeekk 
Oke gaess gw akan berbagi pengalaman lagi di trip selanjutnya ya, tapi belum tau destinasi selabjutnya bakal explore negri mana haha! See you next trip bye bye ..
Short story, 08 September 2017
IG : @suciesbastian @radityasusilo
Youtub : https://youtu.be/-Sfun8d_mr0

Terbaru

Hidup Adalah Pilihan, Dan Tanggung Jawab!

Artikel Lainnya