Kebanyakan anak-anak muda gak mau denger soal saran keuangan
dalam pernikahan karena dianggap tabu atau takut pasangannya tersinggung
makanya diabaikan dan berharap nanti setelah nikah bisa saling musyawarah untuk
menyelesaikan masalah.
Dibawah ini ada beberapa saran yg seharusnya patut
dilakukan:
1) Buat rekening terpisah untuk pribadi masing-masing dan
satu rekening bersama untuk rumah tangga :
Nikah bukan berarti otomatis dompet juga jadi satu, Masing-masing
harus masih punya rekening pribadi dan satu rekening rumah tangga yang dimana
tanda tangannya bisa dibuat salah satu dan bukan barengan. Ini mirip buka PT
bersama. Pendapatan istri atau suami masuk dulu ke rekening pribadinya dan
nanti negosiasi berapa kebutuhan rumah tangga dan berapa yang seharusnya
dimasukkan ke rekening bersama. Masing2 menghormati keuangan pribadi
pasangannya dan pilih untuk tidak ikut campur berapa istri atau suami
berpenghasilan yang penting adalah rekening bersama itu harus bisa mencukupi
kebutuhan keluarga secara masuk akal.
Bagi mereka yang pengusaha atau anak orang kaya ada baiknya
untuk membuat perjanjian pra nikah yang mengatur pemisahan harta setelah nikah.
Ini juga berlaku untuk hutang. Jadi pada saat terjadi hal yang tidak diinginkan
misalkan pasangannya bangkrut maka tidak otomatis pasangan lainnya akan
terbebani. Namun banyak yang tersinggung dikira mentang2 miskin atau kalah kaya
makanya dibuat perjanjian ini. Tekankan lebih ke proteksi bersama dan tidak ada
klausula yang mengatakan bahwa dilarang memberi nafkah ke pasangannya.
Dengan perjanjian pra nikah ini jika ingin menjual aset
seperti tanah, rumah atau lainnya maka tidak dibutuhkan persetujuan dari
pasangannya. Tanpa pra nikah maka si suami atau istri harus tanda tangan setuju
di notaris walaupun bukan dia yang beli. Biasanya terjadi “pemerasan” kalao di
kemudian hari tidak setuju tanda tangan jika tidak dipenuhi keinginan tertentu.
Sudah terlambat kalo sudah sampai situasi seperti itu.
Di dalam perjanjian pra nikah juag sudah bisa diatur dalam
hal perceraian Penyelesaian hartanya bagaimana dan anak ikut siapa. Jika tidak
sesuai nanti setelah nikah masih bisa diganti perjanjiannya.
2) Buat catatan pengeluaran keuangan rumah tangga :
Ini gunanya untuk kejelasan penggunaan dana rumah tangga.
Jadi misalnya dari beli perabot sampai kebutuhan lainnya yang ada hubungannya
dengan rumah tangga maka bisa diambail dari dana rekening bersama. Nah pada
saat egoisme masing2 muncul misalnya si suami mau beli sepeda yang harganya 30
juta tapi dia gunakan dari rek sendiri dan juga telah menyetorkan kewajibannya
ke dalam rekening bersama ini tidak masalah dong ? Juga sebaliknya si istri
beli tas merk harganya 400 jutaan tapi karena dia anak orang kaya dan emang
seneng barang gituan dan juga gak ambil dari rekening bersama, ya silakan aja?
Uang dia sendiri kan?
3) Diskusikan tentang soal keuangan bersama secara rutin:
Diskusi ini berfungsi untuk membahas keuangan bersama yang
berkaintan dengan rekening bersama itu. Jadi anggap bener2 seperti perusahaan
bersama kemana kita mau pergi ? Apa rencana ke depan ? Jangan pikirin masih ada
berapa uang di dompet pribadi pasangannya masing2 ? Negosiasi berapa yg bisa
ditambah dari pasangan untuk mencapai tujuan ? dari sini nanti bisa ketahuan
juga apakah si pasangan ada kebutuhan lainnya lagi selain rumah tangga ini ?
gak melulu selingkuh tapi kadang kan masih ada yang harus menafkahi orang tua
masing2 dan saudara2nya….
4) Cadangkan paling tidak 10% dari pendapatan bersama:
Kadang kita sering bilang gak ada uang karena emang gak
pernah nabung ? Pikirannya kalo perlu yah colek aja kanan kiri pake jurus
kumaha engkeh kan ? mana gua tau ? dsb? Dana penyisihan ini paling gak bisa
digunakan untuk keperluan darurat, kalo gak dipake invest balik untuk kebutuhan
pensiun hari tua. Jadi nanti pat pat gulipat uang bertambah terus bukan dipake
yang gak penting. Ini masih dalam konteks rekening bersama yah….pribadi masih
mau ada egoisme beli sendiri itu beda lagi.
Tujuan tabungan ini juga untuk meningkatkan taraf gaya
hidup. Tadinya Cuma rumah petak gak ada tingkat 50 M2 eh tau2nya bisa beli
rumah 300M2 dengan 2 tingkat. Artinya kan ada kemajuan ? atau sebaliknya pas
lagi apes butuh dana besar paling gak kan uang nilainya bertambah dan bisa
tutup biaya tidak terduga itu.
Gua pribadi saranin beli lah emas batangan untuk investasi
jangka panjang. Gak bakalan turun deh. Beli semampunya dan iklhasin paling gak
10 tahun ke depan gak butuh dana itu. Tapi ingat, emas batangan beneran bukan
perhiasan yah….. …beli dari logam mulia di antam. Jangan tergiur harga miring
karena orang awam gak ngerti apakah emasnya asli atau gak kalo mau beli dari
pihak gak jelas. Mahalan dikit gak papa yg penting asli dan terjamin.
5) Kebijakan soal hutang:
Buat rencana dan juga jalankan kapan bisa lunas hutang ?
Terapkan dari awal bahwa hutang pribadi setelah nikah tetap menjadi hutang
pribadi bukan dibebanin ke pasangannya. Apalagi harus tanggung hutang keluarga
pasangannya ? paling banyak nih di Indo gua liat….kalo nikah dianggep nikah
sama keluarganya juga makanya kenapa banyak cari anak orang kaya melulu.
Soal hutang ini utama dan disesuaikan juga dengan gaya
hidup. Makanya jangan belagu kalo emang gak ada uang gak perlu pesta2 atau beli
mobil mewah.
6) Usahakan hidup tanpa hutang:
Kadang kita males tunggu untuk punya uang baru bisa beli
LED, BB, mobil, motor atau lainnya tapi mau ngutang. Yang namanya hutang kita
padahal belinya lebih mahal. Coba hitung kalo mau kredit motor dibading beli
tunai? Berapa selisihnya?
7) Jangan rahasiakan soal keuangan yang besar:
Jangan mentang2 udah ada pra nikah dan rekening terpisah eh
gak taunya secara pribadi diluar ambil hutang gila2an apakah hanya karena gak
berani bilang ke pasangan gak mampu untuk bayar ke rekening bersama makanya
nombokin sendiri. Ini malah jadi boomerang bukannya bagus malah jadi bubar
beneran nikahnya.
Kalo ada apa itu harus ngomong! Kan udah bersama?
Juga kebalikannya. Pas beneran dapat proyek besar apakah
istri atau suaminya yah kalo emang gak mau dibagi semua kan udah ada rekening
pribadi dan kesepakatan rekening bersama ? tetep aja setoran gak naik tapi si
pasangan yg punya uang lebih kan tetep tidak terbebani karena udah nikah dan
punya lebih banyak kendali secara finansial.
Nah sementara ini dulu kalo ada yg mau tambahin yah silakan.
Ini bukan teori dan sudah dijalankan dan berfungsi dengan
baik. kurang lebih begini konsepnya.
Semoga bermanfaat deh :)

nice inpoh! :)
ReplyDeletesalam,
http://nawizam.blogspot.com/
hehe..
ReplyDeletebagus untuk referensi..
kunjungi blogg aku juga yah: mutiarindri.blogspot.com
ok, makasih nawizam dan indri, salam kenal n gudluck yaaah..^^'
ReplyDelete